Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kembali menekan kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan pada Agustus 2026. Partikel halus dari asap tidak hanya mengurangi jarak pandang, tetapi juga dapat masuk jauh ke saluran pernapasan dan memperburuk kondisi kesehatan masyarakat.
Pemantauan BMKG pada 20 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Sintang mencapai sekitar 125,8 mikrogram per meter kubik dan Kubu Raya 120,7 mikrogram per meter kubik. Keduanya berada dalam kategori tidak sehat.
Pada waktu yang sama, Palangka Raya mencatat sekitar 63,6 mikrogram per meter kubik atau masuk kategori tidak sehat. Sementara itu, kondisi di Samarinda, Banjarbaru, dan Kotabaru terpantau lebih rendah. Data ini menunjukkan dampak kabut asap tidak selalu merata dan dapat berubah dalam hitungan jam.
Masyarakat perlu memeriksa kualitas udara Kalimantan secara berkala, terutama sebelum beraktivitas di luar rumah. Pemantauan sebaiknya tidak hanya mengandalkan bau asap atau warna langit karena PM2.5 berukuran sangat kecil dan tidak selalu terlihat.
Mengapa Kabut Asap Karhutla Berbahaya?
Kabut asap karhutla mengandung campuran gas dan partikel hasil pembakaran vegetasi, gambut, serta material lain di area kebakaran. Salah satu polutan yang menjadi perhatian utama adalah particulate matter berdiameter maksimal 2,5 mikrometer atau PM2.5.
BMKG menjelaskan bahwa PM2.5 merupakan partikel yang ukurannya lebih kecil atau sama dengan 2,5 mikrometer. Ukurannya yang sangat halus memungkinkan partikel masuk jauh ke dalam paru-paru.
Paparan dapat menimbulkan mata perih, hidung berair, tenggorokan kering, batuk, sakit kepala, mengi, dan sesak napas. Risiko lebih besar dialami bayi dan anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang dengan asma, penyakit paru obstruktif kronis, atau penyakit jantung.
Informasi mengenai kabut asap karhutla perlu menjadi perhatian bersama karena dampaknya dapat menjangkau permukiman yang berada jauh dari lokasi kebakaran. Arah dan kecepatan angin turut menentukan penyebaran asap.
Kondisi Udara Kalimantan pada Agustus 2026
BMKG sebelumnya memperingatkan bahwa risiko karhutla diperkirakan mencapai puncak pada Agustus hingga September 2026. Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah termasuk wilayah prioritas pengawasan karena kondisi kering meningkatkan kemudahan lahan terbakar.
Pada 20 Agustus 2026, konsentrasi PM2.5 di Sintang dan Kubu Raya telah berada pada kategori tidak sehat. Palangka Raya juga masuk kategori yang sama, meskipun konsentrasinya lebih rendah.
Kondisi tersebut berbeda dengan Banjarbaru dan Samarinda yang pada saat pemantauan masih berada dalam kategori sedang. Kotabaru bahkan sempat berada dalam kategori baik. Perbedaan ini menegaskan bahwa satu angka tidak dapat mewakili seluruh Pulau Kalimantan.
Nilai PM2.5 juga bersifat dinamis. Konsentrasi dapat meningkat pada malam hingga pagi hari ketika pergerakan udara melemah, kemudian berubah mengikuti angin, hujan, dan aktivitas kebakaran.
Karena itu, masyarakat disarankan mengikuti pantauan PM2.5 terbaru dan tidak menggunakan data kemarin sebagai satu-satunya dasar untuk merencanakan kegiatan hari ini.
Memahami Tingkat Bahaya Kualitas Udara BMKG
Perlu dibedakan antara skor ISPU dan konsentrasi PM2.5. Halaman pemantauan BMKG menampilkan konsentrasi PM2.5 dalam satuan mikrogram per meter kubik, kemudian mengelompokkannya ke dalam lima kategori kualitas udara.
Kategori yang digunakan BMKG adalah:
- Baik, apabila konsentrasi PM2.5 berada pada 0–15,5 mikrogram per meter kubik. Aktivitas normal umumnya dapat dilakukan.
- Sedang, pada 15,6–55,4 mikrogram per meter kubik. Kelompok sensitif perlu mulai mengurangi aktivitas luar ruang yang berat atau berlangsung lama.
- Tidak sehat, pada 55,5–150,4 mikrogram per meter kubik. Masyarakat sebaiknya membatasi paparan, sedangkan kelompok rentan perlu lebih banyak berada di ruangan dengan udara bersih.
- Sangat tidak sehat, pada 150,5–250,4 mikrogram per meter kubik. Aktivitas luar ruang perlu dikurangi secara ketat dan sekolah atau tempat kerja perlu menyesuaikan kegiatan berdasarkan arahan pemerintah setempat.
- Berbahaya, apabila konsentrasinya melampaui 250,5 mikrogram per meter kubik. Paparan harus diminimalkan dan warga perlu mengikuti instruksi dinas kesehatan serta penanggulangan bencana.
Rentang tersebut merupakan kategori konsentrasi PM2.5 pada layanan BMKG, bukan angka skor ISPU. Namun, keduanya sama-sama digunakan untuk membantu masyarakat memahami tingkat risiko pencemaran udara.
Cara Melindungi Diri Saat Udara Tidak Sehat
Saat kualitas udara memburuk, langkah paling efektif adalah mengurangi jumlah asap yang terhirup. Batasi kegiatan di luar rumah, terutama olahraga, pekerjaan fisik berat, dan perjalanan yang tidak mendesak.
Periksa informasi cuaca terkini serta kualitas udara sebelum berangkat. Jika konsentrasi PM2.5 meningkat, ubah kegiatan luar ruang menjadi kegiatan di dalam ruangan.
Tutup pintu dan jendela ketika asap pekat berada di luar. Pilih satu ruangan sebagai “ruang udara bersih” untuk anak-anak, lansia, ibu hamil, dan anggota keluarga yang mempunyai penyakit kronis.
Hindari menambah polusi di dalam rumah. Jangan merokok, membakar sampah, menyalakan lilin berlebihan, atau menggoreng makanan terlalu lama ketika ventilasi sedang ditutup.
Gunakan pendingin udara dengan mode sirkulasi internal apabila tersedia. Pastikan filter dirawat dan tidak memasukkan udara luar yang tercemar.
Cara Menggunakan Masker N95 dengan Benar
Masker N95 dapat membantu menyaring partikel halus apabila dipakai dengan rapat. Pilih produk dari produsen tepercaya dan pastikan masker menutup hidung, mulut, serta dagu.
Tekan bagian kawat pada hidung dan periksa apakah terdapat kebocoran udara di sisi masker. Janggut tebal dapat mengurangi kerapatan sehingga perlindungannya tidak optimal.
Masker bedah atau masker kain lebih longgar dan tidak memberikan perlindungan setara terhadap PM2.5. Namun, N95 juga tidak dapat menghilangkan seluruh gas dalam asap dan tidak menggantikan kebutuhan untuk mengurangi paparan.
Masker perlu diganti apabila basah, rusak, sangat kotor, sulit digunakan untuk bernapas, atau tidak lagi menutup wajah dengan rapat. Anak kecil, terutama bayi dan balita, tidak boleh dipaksa memakai respirator yang tidak sesuai ukuran. Perlindungan utama mereka adalah dipindahkan ke ruangan dengan udara lebih bersih.
Orang dengan penyakit jantung atau paru berat sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila merasa kesulitan bernapas saat memakai respirator.
Membuat Air Purifier Mandiri dengan Aman
Jika air purifier komersial tidak tersedia, penyaring udara sederhana dapat dibuat menggunakan kipas kotak dan filter HVAC berstandar MERV 13 atau lebih tinggi. Perangkat ini ditujukan untuk membantu mengurangi partikel, bukan menjamin udara sepenuhnya bebas polutan.
Pasang filter pada sisi belakang atau sisi masuk udara kipas. Ikuti tanda panah aliran udara yang tercetak pada bingkai filter, kemudian rapatkan seluruh celah menggunakan penjepit atau lakban yang kuat.
Gunakan kipas berukuran sama dengan filter. Sebaiknya pilih kipas keluaran baru yang memiliki pengaman panas dan sertifikasi keselamatan kelistrikan. Jangan menggunakan kipas dengan kabel terkelupas, motor terlalu panas, suara tidak normal, atau bau terbakar.
Letakkan perangkat di permukaan stabil dan jauh dari tirai, air, serta jangkauan anak. Jangan memakai kabel sambungan yang tidak sesuai kapasitas dan jangan meninggalkan perangkat bermasalah tanpa pengawasan.
Ganti filter ketika warnanya sangat gelap, aliran udara melemah, atau bau asap kembali terasa. Air purifier mandiri tidak menggantikan evakuasi apabila rumah berada dekat kebakaran atau kualitas udara telah mencapai kategori berbahaya.
Pertolongan Awal Saat Muncul Gejala ISPA
Istilah ISPA mencakup berbagai gangguan atau infeksi pada saluran pernapasan. Batuk dan tenggorokan perih setelah terpapar asap tidak selalu berarti infeksi, tetapi gejalanya tetap perlu ditangani secara hati-hati.
Langkah pertolongan awal yang dapat dilakukan adalah:
- Segera hentikan aktivitas dan pindahkan penderita dari area berasap menuju ruangan dengan udara lebih bersih.
- Dudukkan penderita dalam posisi tegak dan longgarkan pakaian yang terasa sesak.
- Berikan air minum secukupnya apabila penderita sadar penuh dan mampu menelan.
- Bilas mata yang perih menggunakan air bersih. Hindari menggosok mata karena dapat memperparah iritasi.
- Jika penderita memiliki asma, bantu menggunakan inhaler pereda sesuai resep dan rencana penanganan yang telah diberikan dokter.
- Pantau napas, warna bibir, kesadaran, serta perkembangan batuk atau mengi.
Jangan memberikan antibiotik tanpa pemeriksaan dokter. Antibiotik tidak mengatasi iritasi akibat asap dan tidak diperlukan untuk semua kasus infeksi pernapasan.
Segera bawa penderita ke puskesmas atau rumah sakit apabila muncul sesak berat, nyeri dada, bibir membiru, kebingungan, pingsan, napas anak terlihat sangat cepat, tarikan dinding dada, atau gejala tidak membaik setelah dipindahkan ke udara bersih.
Kelompok Rentan Memerlukan Perlindungan Tambahan
Anak-anak bernapas lebih cepat dibandingkan orang dewasa sehingga dapat menghirup lebih banyak polutan relatif terhadap ukuran tubuhnya. Lansia dan penderita penyakit kronis juga lebih mudah mengalami perburukan kondisi.
Pastikan persediaan obat rutin tersedia dan digunakan sesuai resep. Jangan menghentikan obat asma, jantung, atau penyakit paru hanya karena aktivitas lebih banyak dilakukan di rumah.
Sekolah dan tempat penitipan anak perlu mempertimbangkan penghentian kegiatan luar ruang ketika kategori udara menjadi tidak sehat. Pekerja lapangan sebaiknya memperoleh respirator yang sesuai, waktu istirahat lebih sering, dan akses ke ruangan dengan udara bersih.
Pemantauan risiko karhutla Kalimantan penting bagi keluarga yang tinggal dekat lahan gambut, perkebunan, dan kawasan hutan. Siapkan dokumen, obat, air minum, serta rute menuju lokasi yang udaranya lebih aman jika evakuasi diperlukan.
Masyarakat Jangan Membakar Lahan atau Sampah
Perlindungan kesehatan perlu berjalan bersama upaya mencegah bertambahnya sumber asap. Masyarakat tidak boleh membuka lahan dengan cara membakar atau membakar sampah rumah tangga selama periode kering.
Laporkan asap pekat atau kebakaran sedini mungkin kepada aparat desa, pemadam kebakaran, BPBD, atau Satgas Karhutla. Pemadaman dini jauh lebih mudah dibandingkan menangani api yang sudah masuk ke lapisan gambut.
Untuk mengetahui perubahan kualitas udara hari ini, warga dapat memadukan informasi BMKG dengan pengumuman pemerintah daerah. Keputusan kegiatan harian harus mengikuti data terbaru karena kondisi antarkota dan antarjam dapat berbeda.
